HUT PGRI
Ke-74

The chain of unity in teachers to inspire hope, ignite the imagination, and instill the sincerity of learning

The History of PGRI

PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia merupakan sebuah organisasi yang terbentuk tidak semudah berenang di air tawar, namun seperti berenang di lautan darah. Sangat banyak pengorbanan yang dilakukan oleh guru-guru dari setiap pelosok Indonesia, dimulai dari masa penjajahan Kolonial Belanda hingga pembekuan sekolah pada masa penjajahan Jepang.

Pada awalnya PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda) yang biasa disebut Volksoonderwijzersbond oleh para penjajah Belanda, merupakan suatu organisasi yang didirikan pada 1912 beranggotakan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Pemilik Sekolah. Mereka memperjuangkan nasib guru-guru pribumi, seperti menuntut persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Seiring daun yang berjatuhan di tanah nusantara, semangat perjuangan mereka semakin berkobar hingga menimbulkan kesadaran dan cita-cita yang bersifat nasional demi meraih cita-cita.

“Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak merdeka.” Tulis Musriadi dalam Profesi Kependidikan secara Teoritis dan Aplikatif. 

Pada 1932 PGHB berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) yang merupakan kumpulan dari beberapa organisasi guru nusantara, seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Persatuan Guru AmbachtSchool (PGAS), Volksnoderwijzers Bond (VOB), Oud Kweek Scholieren Bond (OKSB), Hogere Kweek Schoileren Bond (HKSB), Persatuan School Opziener (PSO), dan Perserikatan Normal School (PNS). Hal ini merupakan hasil dari semangat kemerdekaan yang membuat Kolonial Belanda menjadi gentar dan khawatir. Kolonial Belanda menganggap hal ini sebagai cerminan semangat kebangsaan, menentang pemerintah Hindia Belanda demi meraih kemerdekaan.

Gerakan-gerakan PGHB sempat dibekukan pada saat penjajahan Jepang, hal ini disebabkan penjajah-penjajah Jepang menutup setiap sekolah di nusantara. Hingga akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. PGHB tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, 100 hari setelahnya atau bertepatan pada tanggal 24 November 1945 mereka langsung menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yang berlangsung selama 2 hari, dengan semangat kemerdekaan yang membara, dan di tengah bau mesiu pemboman bercampur darah,  mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :

  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya,guru pada khususnya.

Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki terus di tanamkan dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itulah, sebagai penghormatan  kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional.

What’s Going to Happen in Modal Bangsa’s PGRI 74th ?

Dalam rangka HUT PGRI Ke-74 OSIS Modal Bangsa akan berusaha untuk menyambung ikatan simpul yang telah dilakukan secara turun temurun oleh generasi sebelumnya. “Kami akan berusaha untuk menciptakan suasana perayaan HUT PGRI yang extraordinary, demi  mencapai tujuan kami yaitu menjadikan acara PGRI tahun ini The Golden Hour for Our Glorious Teachers,” ujar Ketua Panitia Bima Putra Afina.

Tahun ini acara perayaan PGRI di Modal Bangsa terdapat sedikit perubahan yang luar biasa, acaranya akan dimulai dengan Upacara Bendera, Petugas Upacara seperti pemimpin upacara, pemimpin kanan, PASKIB, pembaca UUD 1945, Ikrar, Do’a, Obade, dan lain sebagainya akan dilaksanakan oleh bapak dan ibu guru SMAN Modal Bangsa.

Setelah itu akan dilanjutkan dengan acara Formal, yang berisi pembacaan Al-Qur’an, kata sambutan ketua panitia, ketua osis, maupun kepala sekolah. Ada juga penyerahan plakat PGRI dan souvenir kepada guru-guru SMAN Modal Bangsa, dan ditutup dengan penampilan-penampilan yang Worth to be Watch, seperti TERMOS (Teater Mosa) dan Tarian Saman Mosa.

Ada juga beberapa perlombaan yang diselenggarakan oleh OSIS khusus untuk guru-guru SMAN Modal Bangsa, agar bapak dan ibu guru dapat Show off Their Secret Talent. Lomba-lomba yang diadakan seperti kupas telur puyuh, membawa balon sambal bergandengan, masak nasi goreng / omelete, membawa kelereng dengan sendok, dan MOSA Talent.

Harapan kami dengan adanya acara perayaan HUT PGRI ke-74 ini, dapat membangkitkan atau meningkatkan semangat guru-guru SMAN Modal Bangsa dalam memberikan pengetahuan serta mendidik para Mosaist. Terima kasih Guru-ku.

All Honors for Our Glorious Teachers

  • Bapak Dr. Anwar, M.Ed.
  • Bapak Drs. Bukhari.
  • Bapak Mawardi, S.Ag.
  • Bapak Muhammad Iqbal, S.Si, M.Si.
  • Bapak Drs. Martian
  • Bapak Michael Tianame, S.Pd, M.Pd.
  • Bapak Itonangar S.Ag, M.A.
  • Bapak Herman, S.Pd.
  • Bapak Fadliansyah, S.Si.
  • Bapak Yassi Hernawati, S.Pd.
  • Bapak Drs. Suriyadi
  • Bapak Novia Erwandi Chaniago, S.Pd, M.Pd.
  • Bapak Muhammad Abdurrahman, S.Pd.
  • Bapak Muhammad Iqbal, S.Pd.
  • Bapak Tarmidzi
  • Bapak Said Umar
  • Bapak Khudri
  • Bapak Wahyu Amri
  • Bapak Habibi
  • Ibu Putri Wahyuni, S.Pd.I.
  • Ibu Susinarli S.Pd, M.Ed.
  • Ibu Mira Fitriana, S.Si.
  • Ibu Cut Izzati, S.Pd.
  • Ibu Sri Wahyuni, S.Si.
  • Ibu Lisdiani, S.Pd.
  • Ibu Hayatun Nufus, S.Pd.
  • Ibu Nelva Yunita, S.Si.
  • Ibu Dra. Darmawati
  • Ibu Eva Susanti, S.Ag M.M.
  • Ibu Dra. Zalicha, M.M.
  • Ibu Winda Rahman, S.Pd.
  • Ibu Muthia Rahma
  • Ibu Sri Mawar
  • Ibu Cut Nazarina
  • Ibu Tisara
  • Ibu Nabahati
  • Ibu Zuhra
  • Ibu Neny